GREEN LEADERSHIP, SAMARINDA – Insiden kecelakaan di alur Sungai Mahakam kembali terjadi pagi ini, Minggu (25/1). Sebuah tongkang bermuatan batubara dilaporkan menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di sisi Loa Buah, Samarinda.
Berdasarkan pantauan langsung tim Green Leadership di Tempat Kejadian Perkara (TKP), insiden ini diduga kuat akibat lemahnya pengawasan dan pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran di area obyek vital nasional tersebut.
Temuan Lapangan: Minim Pengawasan dan Sarana
Investigasi cepat di lokasi menunjukkan adanya indikasi kelalaian yang fatal. Beberapa poin utama yang berhasil dihimpun oleh tim di lapangan meliputi:
- Absennya Pandu Alam: Saat kejadian, tidak terlihat adanya petugas Pandu Alam yang seharusnya wajib mendampingi tongkang untuk bermanuver melewati kolong jembatan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
- Hilangnya Buoy (Rambu Terapung): Tim tidak menemukan adanya buoy atau rambu pembatas terapung di sekitar area jembatan. Padahal, keberadaan rambu ini krusial sebagai panduan navigasi bagi nahkoda kapal tunda (tugboat).
- Ancaman Struktur Jembatan: Benturan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang mengancam integritas struktur Jembatan Mahulu sebagai urat nadi transportasi darat di Samarinda.
Desakan Adam Surya K sebagai relawan yang berfokus pada pengawasan lingkungan dan publik, mendesak pihak otoritas terkait khususnya KSOP Kelas I Samarinda dan Dinas Perhubungan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap pemilik tongkang dan agen pelayaran yang bertanggung jawab.
“Ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan ancaman terhadap aset negara. Ketiadaan pandu dan rambu navigasi di titik rawan seperti ini adalah bentuk pembiaran yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Adam di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai total kerugian maupun tingkat kerusakan pilar jembatan. Tim di lapangan masih terus melakukan pemantauan terhadap proses evakuasi tongkang agar tidak menghambat lalu lintas sungai lebih jauh.
Laporan: R Rizky N Kepala Biro Kaltim – Green Leadership

