Green Leadership. id – Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim) menegaskan bahwa pelaksanaan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) merupakan wujud nyata dari kesiapsiagaan kolektif aparat keamanan di wilayah tersebut.
Kegiatan Sispamkota ini berlangsung pada hari Jumat (31/10/2025)
Kegiatan Yang Berlangsung Di Gelora Kadrie Oening Samarinda, melibatkan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP. Meskipun acara tersebut diwarnai hujan gerimis, semangat para peserta tidak luntur saat mempraktikkan berbagai skenario pengamanan.

Menurut Kapolda Simulasi ini dirancang untuk menguji kemampuan taktis dan koordinasi aparat dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks dan dinamis. Rangkaian skenario yang diperagakan meliputi:
- Aksi Kriminal Awal: Dimulai dari peristiwa perampokan yang melibatkan korban seorang ibu dan anak sekolah dasar.
- Pemicu Kerusuhan: Adegan penangkapan pelaku perampokan yang heroik oleh polisi kemudian dipelintir dan menjadi viral di media sosial, memicu gelombang unjuk rasa besar di wilayah perkotaan.
- Tindakan Pengamanan: Aparat menampilkan koordinasi solid dengan mengerahkan negosiator, satuan Dalmas (Pengendalian Massa), dan pasukan Brimob lengkap dengan perlengkapan standar seperti tameng, helm, water cannon, dan gas air mata.
- Penutup: Skenario berakhir dengan situasi yang berhasil diamankan dan dikendalikan setelah massa demonstran berhasil ditenangkan oleh petugas, menunjukkan bahwa penanganan dilakukan sesuai prosedur.
- Menurut Kapolda Kaltim, Sispamkota ini memiliki dua tujuan utama yang ditekankan:
- Pemahaman Teknis dan Taktis: Memastikan seluruh personel memahami secara teknis dan taktis langkah-langkah dalam menghadapi situasi unjuk rasa, serta memastikan bahwa semua tindakan sesuai dengan SOP dan aturan hukum yang berlaku.
- Penguatan Sinergi: Memperkuat sinergi dan kerja sama antara instansi keamanan (Polri dan TNI), pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Kapolda berharap latihan rutin semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan taktis dan menumbuhkan sikap humanis personel, sehingga stabilitas dan kondisi daerah Kaltim tetap aman dan kondusif. (R Rizky N)

