Green Leadership. id – Samarinda – Dalam langkah tegas yang menggelegar, puluhan organisasi masyarakat (Ormas) di Kalimantan Timur menggelar aksi solidaritas massal, mengecam habis-habisan aksi biadab oknum ormas yang berani mengintimidasi wartawan dan media.
Serangan ganas ini jelas-jelas terkait liputan kritis terhadap kebijakan kontroversial Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang diduga disembunyikan di balik bayang-bayang kekuasaan.
Ini bukan sekadar kekerasan, tapi upaya sistematis untuk membungkam suara rakyat!Sekitar 25 Ormas berkumpul di Jalan Diponegoro, Samarinda, tepat pukul 10.00 WITA, membentuk barisan solid untuk membela kebebasan pers.
Didampingi Komite Investigasi Negara, para aktivis menyuarakan kemarahan mendalam atas serangan terbaru terhadap seorang jurnalis tak berdosa.

Ini arogansi telanjang yang merusak fondasi stabilitas dan perdamaian Kaltim! Hak wartawan dilindungi Undang-Undang Pers—jangan coba-coba sentuh mereka!, tegas salah satu perwakilan Ormas, suaranya menggema di tengah hiruk-pikuk massa.
Perwakilan lain menambahkan dengan nada getir: Masyarakat Kaltim butuh wartawan sebagai pengawas tajam terhadap ulah Para pejabat daerah, terutama kebijakan-kebijakan mencurigakan yang merugikan rakyat.
Ormas-ormas ini tak segan menuding oknum pelaku sebagai antek bayaran yang “dipayungi” penguasa, menimbulkan kecurigaan gelap atas keterlibatan elite politik.
Mereka menuntut penegakan hukum seketat baja: hentikan intimidasi sekarang juga, hormati independensi media sebagai benteng demokrasi!
Pernyataan bersama ini adalah pukulan telak bagi siapa pun yang berani mengkhianati prinsip keadilan.
Aksi ini menjadi panggilan darurat bagi semua pihak: jangan biarkan Kaltim jadi lahan subur bagi sensor dan kekerasan. Kebebasan pers bukan pilihan, tapi hak mutlak yang harus dipertahankan dengan darah dan api! (R Rizky N/KIN)

