Green Leadership – Barru, 9 Januari 2026 – Sebuah angin puting beliung dahsyat melanda wilayah Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Jumat 9 Januari 2026 sekitar pukul 06.40 WITA.
Bencana ini menyebabkan sejumlah rumah warga Kehilangan atap Rumah, dengan rumah rusak berat dan beberapa lainnya rusak ringan.
Menurut laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barru, angin kencang ini ada 27 Rumah terkena dampak dengan kerusakan bervariasi, 2 atap Rumah Hilang Sama Sekali, 2 Rumah Kehilangan Sebagian atap Rumah dan 23 Rumah Lainya Kehilangan beberapa atapnyaTidak ada korban jiwa yang dilaporkan

Pemerintah Kabupaten Barru langsung merespons dengan cepat. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru dan tim BPBD Barru,Dinas Sosial, Basnz turun Langsung meninjau lokasi bencana Beberapa jam setelah Kejadian pada Jumat 09 Januari 2026. Dan menyerahkan bantuan awal berupa Sembako, air ,tenda darurat kepada puluhan keluarga korban
Sementara Basnaz bergerak Cepat memberikan Bantuan Kepada Masyarakat Agar cepat memperbaiki Rumah Warga Meskipun Bantuan Yang ada Beberapa Rumah tidak mungkin Cukup untuk memperbaiki Secara Utuh Dengan memberikan Bantuan Biaya bervariasi antara Rp. 250.000 Sampai Rp. 2.000.000

Kami siaga 24 jam. Aparat diminta tidak lengah dan segera turun ke lapangan jika terjadi bencana,” Ucap Sekda dalam peninjauan tersebut.
Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), sedang berlangsung untuk pendataan lebih lanjut dan penyaluran bantuan jangka panjang, seperti perbaikan rumah dan dukungan kesehatan.
Bencana ini menambah daftar kerugian akibat cuaca ekstrem di Barru, yang sering terdampak angin puting beliung. Pada 2023, misalnya, angin puting beliung melanda Mallusetasi menyebabkan kerusakan pada 39 unit rumah dan fasilitas sekolah.

BMKG Sulawesi Selatan memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah ini, terutama selama musim hujan, dan menyarankan warga untuk selalu waspada serta mentisipasi rumah tahan angin.(mlk)

